Search

Berlangganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Selamat datang dan salam para blogger/pembaca sekalian, pada kesempatan kali ini saya posting tentang komponen elektronika yang umum kita jumpai dalam suatu rangkaian elektronik yaitu Kapasitor/Kondensator. Berhubung kemarin saya mendapat tugas sekolah mengenai macam-macam bentuk Kapasitor/Kondensator dan telah menyelesaikannya berdasarkan sumber-sumber informasi dari hasil penelusuran di Google. Lalu saya kepikiran untuk memposting hasilnya ke blog deh! hehehehe . . . . . lumayankan untuk mengisi kekosongan waktu. Nah langsung aja deh lihat & jangan lupa komentar serta sarannya ya . . . . .(^-^)

Kapasitor adalah komponen elektronika yang mampu menyimpan arus dan tegangan listrik untuk sementara waktu. Seperti juga halnya resistor, kapasitor termasuk salah satu komponen elektronik yang banyak digunakan dalam membuat suatu rangkaian. Dalam bidang elektronika, komponen kapasitor disebut juga kondensator. Kapasitor sendiri berasal dari kata kapasitance (kapasitas), yang artinya adalah untuk menyimpan arus listrik (didalam istilah fisika disebut muatan listrik). Jadi kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat diisi dengan muatan listrik kemudian disimpan untuksementara waktu, selanjutnya dikosongkan melalui sebuah sistem atau dihubungkan ke bumi. Seperti juga resistor, kapasitor mempunyai nilai satuan, yang dinyatakan dengan FARAD (F). Nama farad diberikan sebagai penghargaan kepada penciptanya yang bernama Michael Faraday. Satuan farad adalah satuan yang sangat besar dan jarang digunakan dalam percobaan dan biasanya digunakan satuan farad tersebut dalam bentuk pecahan.
  • 1 farad (F) = 1000000 uF (mikro farad)
  • 1 mikro farad (uF) = 1000 nF (nano farad) 
  • 1 nano farad (nF) = 1000 pF (piko farad)
 Nah, Berikut adalah beberapa jenis-jenis kapasitor :
1. Kapasitor Elektrolit (Elco)
Kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda minus ( - ) adalah kaki negatif.
Nilai kapasitasnya dari 0,47 µf (mikrofarad) sampai ribuan mikrofarad dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt. Kapasitor Elektrolit (elco) biasa kita temukan pada rangkaian elektronika seperti televisi, radio, amplifier, dll.

2. Kapasitor Keramik
Berbentuk bulat tipis, ada yang persegi empat berwarna merah, hijau, coklat dan lain-lain. Tidak mempunyai kaki positif dan negatif. Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko Farad (pf) sampai dengan ratusan Kilopiko Farad (kpf). Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt, tetapi ada juga yang sampai ribuan volt.
Kapasitor keramik sering ditemukan dalam rangkaian PCB elektronika.
3. Kapasitor Milar
Kapasitor mylar memiliki dielektrik yang terbuat dari bahan mylar. Kapasitor ini cocok untuk pengandeng kristal frekuensi pada clock untuk mikrokontroller. Termasuk katergori kapasitor non polar dan tidak terlalu tahan terhadap panas. Sama halnya dengan kapasitor keramik, kapasitor mylar juga tersedia dalam ukuran yang kecil dari 1000 nano Farrad (nf) hingga 1 picofarrad (pf).
Kapasitor milar sering ditemukan dalam rangkaian PCB elektronika.

4. Kapasitor Kertas
image Sesuai dengan namanya, kapasitor ini memiliki bahan dielektrik yang terbuat dari kertas. kapasitor kertas umum digunakan didalam rangkaian radio, karena bahan dielektrik dari kertas sangat bagus untuk frekuensi radio dan otomatis kapasitor ini tidak terlalu tahan panas sehingga pada saat penyolderan harus jumlah panas yang diberikan harus diperhatikan.Kapasitor kertas memiliki ukuran yang kecil sama seperti kapasitor mylar dan keramik. Kapasitor kertas juga termasuk jenis kapasitor yang non polar.
Kapasitor keramik sering ditemukan dalam rangkaian PCB elektronika.

5. Kapasitor Tantalum
Bahan dielektrik kapasitor ini adalah logam tantalum. Kapasitor tantalum jarang terdapat di pasaran dan mamiliki harga yang mahal. kapasitor ini termasuk jenis kapasitor polar sama seperti kapasitor elektrolit. Kelabihan kapasitor ini dibandingkan dengan Elko adalah kapasitor tantalum memiliki arus bocor yang sangat kecil. Namun dipasaran, kapasitor ini di jual dalam ukuran kapasitas yang kecil. Kapasitor ini sering ditemukan dalam rangkaian PCB elektronika.

6. Kapasitor Mika
Sesuai namanya, kapasitor ini memiliki bahan dielektrik yang terbuat dari mika. Termasuk dalam golongan kapasitor non polar dan memiliki ukuran yang kecil dari range 1000 nanoFarrad hingga 1 picoFarrad. Kapasitor ini sering ditemukan dalam rangkaian PCB elektronika seperti TV, radio, amplifier, dll.

7. Kapasitor Polystyrene
Kapasitor ini termasuk jenis kapasitor non polar dengan bahan dielektrik polystyrene. Kapasitor ini sering ditemukan dalam rangkaian PCB elektronika.

8. Variabel Kapasitor (Varco)
Variabel kapasitor adalah jenis kapasitor yang besar kapasitasnya bisa diubah-ubah dengan mengatur luas bidang elektroda yang berhadapan. Variabel kapasitor umumnya menggunakan bahan dielektrik udara. Variabel kapasitor dirangkai bersama dengan induktor dan resistor, digunakan sebagai alat untuk men-turning frekuensi radio. Karena menggunakan bahan dielektrik udara maka kapasitor ini memiliki kapasitas yang kecil dalam orde picoFarrad. berikut adalah gambar varibel kapasitor.

9. Kapasitor Film (Polyester Film Capacitors)
Kapasitor ini memiliki toleransi yang kecil sekitar ±5% sampai ±10% dan juga tidak memiliki kutub. Biasanya digunakan pada lampu Blitz Kamera.

10. Kapasitor Trimer
Trimmer kapasitor seperti halnya varco adalah kapasitor yang nilainya bisa berubah jika rotornya diputar. Trimmer kapasitor banyak digunakan pada rangkaian pemancar radio yang berfungsi sebagai kopling atau pada rangkaian lainnya.
Kapasitor trimer ini juga sering ditemukan pada rangkaian PCB elektronika, hanya saja kapasitor ini pasti dapat kita temukan penerima radio maupun pesawat komunikasi.

Kegunaan Umum kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah:
  1. Mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung kumparan, bila tiba-tiba    arus listrik diputuskan dan dinyalakan.
  2. Menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik.
  3. Memilih panjang gelombang pada radio penerima.
  4. Sebagai filter dalam catu daya (power supply).
1 Comments
Tweets
Komentar

1 komentar:

  1. wah, mulai aktif dan kreatif nih siswa SMKN2 Tanjungbalai...

    BalasHapus

Blog's Stats